✦ GRATIS ONGKIR ✦Min. Order 20 Pcs Per Jenis · Grosir Langsung Pabrik✦ GRATIS ONGKIR MIN. 1.000 PCS ✦
Bisnis Grosir

Cara Memulai Jualan Daster Grosir dari Rumah

Modal awal yang masuk akal: satu kodi per jenis, harga pabrik Rp30.500, dan ongkir yang bisa ditekan sampai nol lewat kargo.

8 menit baca
Pedagang duduk di belakang kotak berisi pakaian lipat di lapak pasar
Pedagang duduk di belakang kotak berisi pakaian lipat di lapak pasar PattayaPatrol / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Yang paling sering bikin orang mundur sebelum mulai jualan dari rumah bukan soal nyari pembeli. Modal pertama. Takut beli banyak, lalu barang numpuk di lemari. Takut rugi karena ongkir yang mahal. Padahal aturan grosir daster dari pabrik ini jelas dan bisa dihitung duluan sebelum uang keluar: minimal satu kodi atau 20 pcs per jenis, harga per pcs mulai Rp30.500 sampai Rp42.500, dan pesanan dikerjakan lewat WhatsApp. Artinya kamu bisa menyusun angka modal di atas kertas sekarang, lalu memutuskan jenis mana yang masuk order pertama. Tidak ada yang perlu ditebak, tidak ada biaya kejutan di luar harga barang yang harus kamu karang sendiri.

Modal pertama grosir daster, dihitung di kertas

Syarat pabriknya soal jumlah cuma satu: satu kodi, alias 20 pcs, untuk tiap jenis yang kamu ambil. Tidak boleh 10 pcs jenis ini lalu 10 pcs jenis itu. Ambil tiga jenis, berarti 60 pcs. Totalnya bisa dikunci sekarang juga karena harga tiap jenis sudah tertera di katalog.

JenisHarga/pcs20 pcs100 pcs
Daster Midi JumboRp30.500Rp610.000Rp3.050.000
Daster Kelelawar (Lowo)Rp38.000Rp760.000Rp3.800.000
Daster Payung RendaRp38.000Rp760.000Rp3.800.000
Daster Nabilla LisRp38.500Rp770.000Rp3.850.000
Daster Payung Super JumboRp39.000Rp780.000Rp3.900.000
Daster MauraRp42.500Rp850.000Rp4.250.000

Susunan order pertama yang masuk akal: Daster Midi Jumbo 20 pcs, Daster Payung Renda 20 pcs, Daster Maura 20 pcs. Hitungannya Rp610.000, Rp760.000, dan Rp850.000, jadi Rp2.220.000 untuk 60 pcs. Angka itu yang kamu bawa ke chat. Ongkir mengikuti alamat dan jumlah kiriman, jadi ditanyakan terpisah, bukan ditebak.

Kalau uangnya belum cukup untuk tiga jenis, mulai dari satu jenis dulu. Satu kodi Daster Midi Jumbo berarti 20 pcs dan Rp610.000, itu sudah order yang sah karena memenuhi minimum pabrik. Dari 20 pcs itu kamu tahu mana yang laku, dan jenis kedua menyusul setelah yang pertama jalan.

Kolom 100 pcs dipakai untuk order berikutnya, bukan untuk order pertama. Begitu jenis pertama habis dan pembeli ulang order, kamu sudah tahu bahwa 100 pcs Daster Midi Jumbo berarti Rp3.050.000 sementara 100 pcs Daster Maura berarti Rp4.250.000. Selisih itu yang menentukan apakah kamu menambah jenis termurah atau jenis yang paling laku.

Tulis tiga baris di buku catatan: jenis, jumlah pcs, total harga. Saat chat nanti, tiga baris itu yang dikirim. Pertanyaan panjang soal harga justru memperlambat balasan dari sisi penjual.

Jenis mana yang diambil duluan

Ada dua patokan, dan keduanya tidak selalu sepakat.

Patokan pertama, modal per kodi. Daster Midi Jumbo di Rp30.500 membuat 20 pcs-nya cuma Rp610.000, paling ringan dari enam jenis. Dengan uang yang sama kamu nyaris bisa bawa dua kodi jenis ini, sementara satu kodi Daster Maura di Rp42.500 sudah Rp850.000. Kalau uangnya pas-pasan, patokan ini yang menang.

Patokan kedua, selera pasar di daerahmu. Ini yang lebih menentukan, dan ini yang tidak terbaca dari tabel harga. Kalau pembelimu ibu-ibu muda yang suka potongan lebar dan jatuh, payung dan payung jumbo lebih sering ditanya daripada model lurus. Kalau yang beli ibu-ibu yang pakai daster buat kerja di warung atau berdiri di dapur seharian, potongan kelelawar yang longgar lebih nyaman dipakai, dan mereka tidak peduli motifnya ramai atau tidak.

Tiap jenis juga punya potongan sendiri-sendiri: payung, payung jumbo, kelelawar, midi, maxi, lurus, A-line, kaftan, babydoll, dan kimono. Motifnya beragam: bunga, batik, batik modern, geometris, polkadot, polos, tie dye, dan lurik. Daftar ini tidak untuk dipilih sekaligus, tapi supaya kamu tahu apa yang akan ditanyakan pembeli dan jenis mana yang bisa ditawarkan sebagai cadangan.

Daster yang tidak laku di rak tidak mengembalikan modal, walau harganya paling murah. Sebelum menentukan dua jenis pertama, tanyakan ke pembeli langganan atau ingat jenis apa yang paling sering mereka pakai. Tebakan soal selera lokal biasanya lebih akurat daripada asumsi sendiri soal mana yang bagus.

Dijual ke mana setelah barang sampai

Empat tempat yang paling sering jalan untuk penjual baru:

  • Warung dan toko kelontong di sekitar rumah. Mereka biasanya ambil sedikit dulu, lalu ulang order kalau barangnya laku.
  • Pasar tumpah atau pasar mingguan. Ditaruh berjajar, pembeli bisa pegang bahannya langsung, dan pertanyaan soal adem atau tidak selesai di tempat.
  • Reseller online di marketplace atau media sosial. Mereka butuh foto yang jelas dan harga grosir yang masih menyisakan ruang untuk mereka jual lagi.
  • Grup RT atau arisan. Satu orang menanya, biasanya beberapa orang ikut pesan dalam satu chat yang sama.

Keempatnya bicara beda bahasa. Warung peduli jumlah dan kecepatan ulang order. Pasar peduli tampilan rak. Reseller peduli foto dan harga per pcs. Grup RT peduli siapa yang sudah pesan duluan. Sesuaikan kalimatnya, jangan pakai satu paragraf yang sama untuk semuanya.

Satu hal yang diputuskan sebelum barang keluar kardus: harga jual di tiap tempat. Warung dan reseller membeli grosir lalu menjual lagi dengan harga mereka sendiri, jadi kamu tinggal memastikan harga beli per pcs mereka. Penjualan langsung di pasar atau grup arisan berbeda, karena di sana kamu yang mematok. Catat harga beli per pcs di sebelah nama tiap tempat, supaya saat order kedua kamu langsung tahu berapa yang kembali.

Untuk reseller online, kirim daftar harga per pcs sejak balasan pertama. Mereka biasanya menanya harga dalam satu kalimat lalu membandingkan dengan penjual lain di tab sebelah, jadi balasan yang lambat membuat pesan itu pindah ke orang lain.

Foto dan caption yang jujur

Foto produk di katalog situs ini boleh langsung kamu pakai, termasuk foto yang menunjukkan motif dan jahitan dari dekat. Caption-nya tulis apa adanya: nama jenis, bahan, ukuran, harga grosir per pcs, dan minimal 20 pcs. Pembeli grosir biasanya tanya bahan sebelum tanya warna, karena yang mereka bayang-bayangkan adalah daster yang mereka pakai sendiri tiap hari.

Kalau bahannya rayon, tulis rayon. Kalau ditanya adem atau tidak, jawab dari yang kamu tahu setelah memegang barangnya sendiri. Caption yang melebih-lebihkan bahan akan balik sebagai komplain di chat, dan chat itu tempat kamu jualan.

Bahan di halaman produk juga beragam: rayon, rayon premium, katun, katun Jepang, santung, kaos cotton combed, satin, linen, dan waffle knit. Tulis yang tertera di halaman, bukan yang kamu ingat.

Bahan bakunya sendiri diambil dari katalog kain batik milik Batik Soehadi, produsen batik Solo. Kalau pembeli penasaran kainnya apa dan dari mana, jawabanmu ada sumbernya, bukan sekadar kata penjual.

Ongkir yang menentukan untung rugi

Ada gratis ongkir cargo untuk pembelian minimal 1.000 pcs. Di bawah angka itu, ongkir jadi tanggung jawab pembeli lewat ekspedisi reguler atau cargo. Order pertama hampir pasti berada di bawah angka itu, jadi ongkirnya dihitung sejak awal, bukan baru kaget waktu muncul di resi.

Cara yang biasa dipakai penjual lama: kumpulkan order dulu, baru kirim. Satu pembeli minta 20 pcs, jangan dikirim hari itu juga. Simpan dulu, tanyakan ke pembeli lain, tambah pesanan, dan begitu totalnya mendekati 1.000 pcs, kirim sekali dengan cargo. Ongkir yang tadinya dibayar per paket kecil berubah jadi satu kiriman besar, dan di situlah angkanya bisa ditekan sampai nol.

Hitung ongkir sebelum mematok harga jual, terutama kalau alamatmu di luar Jawa. Ongkir ke Nusa Tenggara atau Papua beda jauh dengan ongkir ke Jawa, dan harga jual di rak harus sudah menutup ongkir itu. Kalau belum, untungnya habis di jalan dan kamu baru tahu setelah barang sampai.

Pesanan ke luar negeri

Pengiriman tidak berhenti di Indonesia. Dari sini barang juga dikirim ke 14 negara tujuan: Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Malaysia, Brunei, Filipina, Tiongkok, Jepang, Turki, Maroko, dan Hawaii.

Kalau kamu punya pembeli di salah satu negara itu, sebutkan negaranya sejak pesan pertama, bersama jumlah pcs dan jenisnya. Biaya dan cara kirimnya dihitung terpisah dari ongkir domestik, jadi jangan menyamakan keduanya.

Daftar itu berjalan dari tetangga dekat seperti Thailand, Malaysia, dan Brunei, sampai pasar jauh seperti Jepang, Turki, dan Maroko. Pembeli di sana memakai nama lokal untuk baju yang sama: Thai Cotton House Dress di Thailand, Váy Mặc Nhà dan Đầm Suông di Vietnam, Muumuu di Hawaii, Housecoat di Inggris, Jalabiya di Timur Tengah, Gecelik di Turki, Baju Kurung di Melayu. Pakai nama yang mereka tulis, obrolannya jalan lebih cepat.

Langkah pertama dalam satu hari

  1. Buka katalog grosir daster di situs ini, pilih tiga jenis, catat harga per pcs-nya.
  2. Tentukan jumlah tiap jenis dalam kelipatan 20, lalu jumlahkan totalnya.
  3. Siapkan alamat lengkap, termasuk kode pos, untuk cek ongkir.
  4. Chat WhatsApp 0812-3456-1663, lalu kirim daftar jenis, jumlah pcs, dan alamat dalam satu pesan.
  5. Setelah total akhir disepakati, selesaikan pembayaran dan minta estimasi pengiriman.

Mulai dari satu order yang angkanya sudah kamu hitung sendiri: tiga jenis, 20 pcs tiap jenis, total tercatat, ongkir sudah ditanyakan. Setelah barang sampai dan keluar, order kedua jauh lebih cepat karena kamu sudah tahu jenis mana yang jalan di daerahmu.

Sekarang tinggal kirim pesannya. Buka WhatsApp 0812-3456-1663 dan langsung sebut dua hal: jenis daster dan jumlah pcs. Contohnya pendek saja, misalnya Midi Jumbo 40 pcs dan Payung Renda 20 pcs, kirim ke alamat rumah. Pembelian grosir daster minimal satu kodi per jenis, jadi tulis angkanya dalam kelipatan 20. Bahan bakunya datang dari produsen batik Solo yang sama, jadi jenis kainnya bisa langsung ditanyakan waktu chat.

← Kembali ke blog